Situs Resmi PT. Flobamor
(BUMD Provinsi NTT)
BUMD Provinsi NTT
PT. Flobamor sebagai Badan Usaha Milik Daerah, menggeluti dunia bisnis usaha penyeberangan. Dengan 3 (tiga) unit kapal ferry roro (GT min 750) berusaha memberikan semaksimal mungkin pelayanan kepada masyarakat khususnya daerah atau lintasan-lintasan perintis.
Layanan angkutan penyeberangan untuk masyarakat ntt
Situasi geografis provinsi Nusa Tenggara Timur yang berbentuk kepulauan, menjadikan layanan angkutan penyeberangan sebagai salah satu moda transportasi antar pulau yang masih menjadi pilihan masyarakat.
Dengan armada ferry dengan bobot minimal 750 GT, PT. Flobamor ikut membantu melayani masyarakat dengan memberikan layanan angkutan penyeberangan karena harganya yang masih terjangkau dan mampu mengangkut penumpang, kendaraan baik roda dua maupun roda empat serta barang-barang bawaan maupun barang bagasi.
Lintasan Kupang-Ende yang menghubungkan Kota Kupang dengan ibu kota Kabupaten Ende, dilayani menggunakan Ferry KMP Sirung. Dengan bobot 1029 GT dan berkapasitas 196 penumpang dan kendaraan. Walaupun masih menggunakan dermaga Pelabuhan Laut di Pelabuhan Ipi dan Pelabuhan Ende, KMP Sirung tetap menjalankan kewajiban perintis dari pemerintah pusat untuk memberikan layanan bagi masyarakat di Kabupaten Ende.
Lintas Kupang-Rote dan Kupang-Lewoleba, sebagai lintasan penyeberangan komersil, dilayani menggunakan Ferry KMP Ile Boleng. Dengan bobot 702GT, berkapasitas 224 orang dan kendaraan, tetap berupaya maksimal untuk membantu mobilisasi masyarakat.
Lintasan yang menghubungkan Provinsi NTT dan Provinsi Maluku, dilayani dengan menggunakan Ferry KMP Pulau Sabu. Dengan bobot 1604 GT, berkapasitas 198 penumpang dan kendaraan melayani lintasan antar provinsi dari Kalabahi (Kabupaten Alor) - Teluk Gurita (Kabupaten Belu) - Iliwaki (Pulau Wetar) hingga ke Wonreli (Pulau Kisar) di Provinsi Maluku.
